Kisah Langka, Gus Miek Ngaji Kitab Fathul Wahhab Sampai Khatam

5 Mei 2022, 11:04 WIB
Gus Miek Ngaji Kitab Fathul Wahhab Sampai Khatam /facebook/udin/

BERITA BANTUL - Gus Miek masyhur dengan karomah kisah-kisah uniknya. Jarang sekali ada kisah Gus Miek mengaji kitab kuning.

Padahal, Gus Miek diakui kealimannya oleh semua kalangan ulama. Gus Miek dengan ribuan jamaahnya tersebar di berbagai daerah.

Karena seringnya berdakwah di berbagai tempat maksiat, kisah kealiman Gus Miek dalam mengaji kitab jarang terpublikasikan. 

Baca Juga: Keluar Masuk Tempat Maksiat, Gus Miek Tak Khawatir Namanya Jatuh di Mata Manusia, Begini Rahasianya

Momentum hari raya Idul Fitri, kisah-kisah kiai banyak disampaikan saat adanya acara sowan kepada para kiai, termasuk di Pesantren Lirboyo Kediri. 

Ini dialami oleh Gus Robert Azmi, alumni Lirboyo, yang sowan kepada para ulama pesantren yang dihormati dan dicintainya.  

"Ziarah Iedul Fitri ke Lirboyo hari ini berasa istimewa. Karena keterbatasan waktu, kami berombongan hanya bisa sowan ke empat masyayikh," kisahnya dalam facebook pribadinya, 5 Mei 2022.

Keempat ulama Lirboyo itu adalah almukarrom KH. Anwar Manshur -Athalallahu umrohu ma'assihhah wal barkah-, KH. Kafabihi Mahrus, KH. An'im Falahuddin, dan KH. Athoillah Salahuddin Anwar, lalu bersama ke maqbarah Masyayikh.

"Salah satu yang menyebabkan istimewa adalah: Ketepatan kami berombongan sowan berbarengan dengan salah satu pengasuh Pondok Pesantren al-Falah Ploso; Almukarrom KH. Ma'mun Djazuli," lanjutnya.

Baca Juga: Sudah Lama Wafat, Gus Miek Didik Preman Shalat Berjamaah, Betapa Kagetnya Saat Tahu yang Sebenarnya

Alhasil, sowan Gus Robert Azmi ke ndalem KH. Kafabihi sangat lama, dengan banyak kisah hikmah indah.

Sebagai pendengar setia, dirinya benar-benar mencurahkan fokus fikiran ke percakapan antar beliau-beliau mulia ini. Diantaranya adalah intisari percakapan antara KH. Kafabihi Mahrus dengan KH. Ma'mun Djazuli:

"Gus, saya dapat cerita, kalau Gus Miek (almaghfurlah KH. Chamim Djazuli) kok mau mengaji kitab kuning, pengajian Kyai lainnya, sepi! Leres njih?" tanya KH. Kafabihi pada KH. Ma'mun Djazuli.

"Itu karena beliaunya jarang ngaji kitab kuning, Yai" jawab Gus Ma'mun.

"Seingat saya, beliau hanya pernah ngaji satu kali. Itu sampai khatam".

"Tapi, bener ramai, ya?" tanya KH. Kafabihi lagi.

"Injih, Yai. Ramai sanget"

Baca Juga: Rahasia Gus Miek Menyerap Ilmu Kewalian Mbah Dalhar Gunung Pring

Ketika keduanya terdiam sejenak. Gus Robert memberanikan diri bertanya ke Gus Makmun, "Yang dikaji, kitab nopo, Gus?"

"Insya Allah, Fathul Wahhab, dan itu sampai khatam."

"Subhanallah" gumam Gus Robert, dan diikuti ketakjuban para tamu yang hadir disitu.

"Sampai khatam, Gus?" ia bertanya lagi memantapkan.

"Injih" jawab beliau.

"Padahal, yang masyhur di masyarakat, bukan kealiman ngajinya ya, Gus? 'Ajib ... 'Ajib ..." sergah KH. Kafabih.

"Njih, Yai"

Baca Juga: Gus Dur Dibentak Istri Protokol Istana, Kisah Lucu dan Menggemaskan

"Lalu kami mengikuti percakapan kedua beliau tersebut nikmat sekali, mungkin satu jam lebih! Dengan banyak kisah-kisah kehebatan, kewiraiyyan, dan ketekunan Kyai-Kyai dahulu," kisahnya.

 
Kisah ini dikutip dari facebook Robert Azmi, 5 Mei 2022.***
Editor: Muhammadun

Tags

Terkini

Terpopuler