Hidup Itu Biasa Saja Tidak Usah sok Suci Kata Gus Baha, Nasihat tentang Rendah Hati

- 1 Juli 2022, 17:30 WIB
K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha
K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha /Tangkap Layar YouTube/Masjid Kampus UII

BERITA BANTUL – Gus Baha menyampaikan bahwa hidup itu biasa saja, karena menjadi sok suci itu tidak pantas. Merasa diri sebagai orang yang suci itu kesombongan.

K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang kerap disapa Gus Baha, menerangkan hal itu agar kita senantiasa menjadi pribadi yang rendah hati.

Merasa diri sok suci itu kesombongan. Tentu saja, kesombongan itu dibenci oleh banyak orang.

Dengan demikian, merasa diri paling suci itu seperti menghegemoni kesalehan, merasa diri paling berhak menjadi hamba Allah, dan merasa diri tak akan mungkin masuk neraka.

Baca Juga: Patungan Kuban Tidak Boeleh, Kecuali Patungan yang Seperti Ini, Kata Buya Yahya

Hal yang demikian ini sejatinya jauh dari nilai-nilai ajaran agama Islam. Sesuci-sucinya manusia, pasti ada noda yang mengotori meskipun hanya setitik.

Sementara itu, merasa diri sok suci itu sendiri sejatinya adalah noda yang bahkan bisa mengotori diri dengan secara bertitik-titik di sana-sini, tidak hanya setitik.

Merasa diri sok suci itu ibarat bumerang, melempar kotoran kepada yang lain namun justru kotoran itu kembali ke diri sendiri.

Lagi pula, apakah kita pantas menyandang sebagai orang yang suci? Kita adalah manusia yang terdiri atas berbagai kekurangan dan tak mungkin bisa sempurna. Apa yang bisa dibanggakan dari diri ini di hadapan Allah?

Baca Juga: Tidak Semua Kisah tentang Nabi Muhammad Itu hanya Keseriusan ketika Berdakwah Kata Gus Baha

Gus Baha menasihatkan yang demikian ini. Dikutip dari buku berjudul Dawuh Cinta Gus Baha (2022) disebutkan salah satu nukilan nasihatnya mengenai hal ini.

“Hidup itu biasa saja, tidak usah sok suci,” kata Gus Baha. “Bagaimana manusia merasa sok suci? Padahal, setiap hari ia membawa kotoran di perutnya, memiliki lubang yang semuanya mengeluarkan kotoran, dan di toilet pun mengeluarkan najis.”

Nasihat Gus Baha tersebut benar-benar mengena. Biar bagaimanapun, manusia itu tidak usah merasa sok suci.

Sebagaimana yang Gus Baha katakan di atas, manusia itu membawa kotoran ke mana-mana dan mengeluarkan najis. Sementara itu, najis itu tidak suci.

Baca Juga: Lakukan Amalan ini Sebelum Tidur, Ustadz Adi Hidayat: Kamu Dijamin Akan Masuk Surga

Dengan demikian, seharusnya kita bisa berpikir ketika melihat diri kita sendiri. Bahkan, kotoran yang kita keluarkan pun memberikan kita pelajaran yang luar biasa perihal ketidaksucian kita.

Masih mau sombong? Masih merasa sok suci? Itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak berpikir.***

Editor: Joko W


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah