Karomah Doa Kiai Hamid Pasuruan Mengantarkan Seorang Habib Pergi ke Masjidil Haram

6 Februari 2022, 19:14 WIB
Karomah Doa Kiai Hamid Pasuruan Mengantarkan Seorang Habib Pergi ke Masjidil Haram /Tangakapn layar Instagram/ ala_nu/

BERITA BANTUL – KH Abdul Hamid Pasuruan merupakan salah satu ulama yang terkenal dengan kewaliannya. Beliau berasal dari Pasuruan Jawa Timur.

Banyak sekali para sahabat, muhibbin yang pernah merasakan karomah Mbah Hamid Pasuruan. Seperti sebuah kisah yang dikutip BeritaBantul.com dari channel YouTube Penerus Para Nabi yang diunggah pada 13 Desember 2021.

Suatu ketika seorang Habib dari Kota Malang, ketika masih muda, yaitu Habib Baqir Mauladdawilah, diijazahi sebuah doa oleh al-Ustadzul Imam Al-Habr al-Quthb al-Habib Abdulqadir bin Ahmad Bilfaqih.

Baca Juga: Dahsyatnya Baca Shalawat 1000 Kali dari Kiai Mahrus Aly Lirboyo, Lakukan Minimal 7 Hari, Buktikan Sendiri!

Habib Abdulqadir Bilfaqih berpesan kepada Habib Baqir untuk membaca doa tersebut ketika akan menemui seseorang agar tahu sejatinya orang tersebut siapa, orang atau bukan.

Suatu kesempatan datanglah Habib Baqir menemui seorang waliyullah di daerah Pasuruan, Jawa Timur, yang masyhur dengan nama Mbah Hamid Pasuruan.

Ketika itu di tempat Mbah Hamid banyak sekali orang yang sowan kepada beliau, meminta doa atau keperluan yang lain.

Setelah membaca doa yang diijiahkan, Habib Baqir merasa kaget. Ternyata orang yang terlihat seperti Mbah Hamid sejatinya bukan Mbah Hamid. Beliau mengatakan:

“Ini bukan Mbah Hamid, ini adalah khodamnya. Mbah Hamid tidak ada di sini” Kemudian Habib Baqir mencari di manakah sebetulnya Mbah Hamid.

Baca Juga: Amalan Doa Mengusir Jin yang Ada di Rumah, Ijazah dari Kiai Husain Ilyas Mojokerto

Setelah bertemu dengan Mbah Hamid yang asli, Habib Baqir bertanya kepada beliau: “Kyai, Kyai jangan begitu.”

Mbah Hamid menjawab: “Ada apa Bib?”

Habib Baqir kembali berkata: “Kasihan orang-orang yang meminta doa, itu doa bukan dari panjenengan, yang mendoakan itu khodam. Panjenengan di mana waktu itu?”

Mbah Hamid tidak menjawab, hanya diam. Namun Mbah Hamid pernah menceritakan masalah ini kepada Seorang Habib sepuh. Habib sepuh tersebut juga pernah bertanya kepada beliau.

Saat itu Habib sepuh tersebut bertanya: “Kyai Hamid, waktu banyak orang-orang meminta doa kepada njenengan, yang memberikan doa bukan njenengan, njenengan di mana. Kok tidak ada..?”

Baca Juga: MWC NU Banguntapan Terima Wakaf Tanah Senilai Rp1,6 Miliar

Jawab Mbah Hamid: “Hehehee.. ke sana sebentar”

Habib sepuh tersebut semakin penasaran: “Ke sana ke mana Kyai?”

Jawab Mbah Hamid: “Kalau njenengan pengen tahu, datanglah ke sini lagi.”

Singkat cerita, Habib sepuh tersebut kembali menemui Mbah Hamid, ingin tahu di mana tempat persembunyian beliau. Setelah bertemu, bertanyalah Habib sepuh tadi: “Di mana Kyai?”

Mbah Hamid tidak menjawab, hanya langsung memegang Habib sepuh tadi. Seketika itu, kagetlah Habib sepuh tadi, melihat suasana di sekitar mereka berubah menjadi bangunan Masjid yang sangat megah.

“Di mana ini Kyai?” Tanya Habib sepuh tadi.

Baca Juga: Mbah Dullah Salam Kajen Terima Amplop Tebal dari Dermawan, yang Terjadi Kemudian Tak Terduga, Kamu Pasti Kaget

“Monggo njenengan pirsani piyambek niki teng pundi” (Silakan kamu lihat sendiri ini di mana_red) jawab Mbah Hamid.

Subhanalloh, ternyata Habib sepuh tadi dibawa oleh Mbah Hamid mendatangi Masjidil Haram.

Habib sepuh kembali bertanya kepada Kyai Hamid: “Kenapa njenengan memakai doa?”

Mbah Hamid kemudian menceritakan:

“Saya sudah terlanjur terkenal, saya tidak ingin terkenal, tidak ingin muncul, hanya ingin asyik sendirian dengan Allah, saya sudah berusaha bersembunyi, bersembunyi di mana saja, tapi orang-orang selalu ramai datang kepadaku.”

“Kemudian saya ikhtiar menggunakan doa ini, itu yang saya taruh di sana bukanlah khodam dari jin, melainkan Malakul Ardhi, Malaikat yang ada di bumi. Berkat doa ini, Allah Ta’ala menyerupakan malaikat-Nya dengan rupaku.”

Baca Juga: Doa Untuk Orang Sakit yang Biasa Dibaca Rasulullah SAW. Ketika Mendoakan Keluarga dan Sahabatnya yang Sakit

Habib sepuh yang menyaksikan secara langsung peristiwa tersebut, sampai meninggalnya merahasiakan apa yang pernah dialaminya bersama Mbah Hamid, hanya sedikit yang diceritakan kepada keluarganya.

Demikian Karomah Doa Kiai Hamid Pasuruan Mengantarkan Seorang Habib Pergi ke Masjidil Haram. Semoga bermanfat. ***

Editor: Ahmad Lailatus Sibyan

Tags

Terkini

Terpopuler